TL;DR — Anthropic baru merilis Claude Design di Anthropic Labs. Saya coba langsung: kasih Figma file Morpheme Design, tunggu ~5 menit, dan dapat design system lengkap (typography, color, components, UI kit). Dari sana saya prompt sederhana "buatkan aplikasi e-commerce" dan hasilnya benar-benar mind-blowing. Output-nya HTML + JSX yang bisa di-export ke Claude Code — hasil akhirnya bisa langsung dilihat di morpheme-store.vercel.app.
Sebelum masuk ke pengalaman aku, mari luruskan dulu apa itu Claude Design berdasarkan post resmi Anthropic.
Claude Design adalah produk baru di Anthropic Labs yang memungkinkan kolaborasi visual dengan Claude AI (powered by Claude Opus 4.7). Intinya: tool untuk bikin dan iterasi visual design lewat percakapan dengan AI.
Ini bagian yang menarik. Di post resminya, Anthropic sebutkan audience-nya:
Jadi target utamanya adalah desainer dan orang non-teknis yang punya ide tapi kesulitan meng-eksekusi secara visual. Developer tidak disebut eksplisit sebagai target audience — tapi ada fitur handoff ke Claude Code untuk implementasi.
Fun fact: aku developer, tapi tetap pakai tool ini dan ternyata tetap sangat membantu (lewat "pintu belakang" Claude Code). Lebih lanjut soal ini nanti di bagian catatan di akhir artikel 😄.
Menurut post resminya:
Anthropic mendeskripsikan workflow-nya seperti ini:
Claude Design tersedia untuk pengguna Claude Pro, Max, Team, dan Enterprise sebagai bagian dari plan yang sudah ada.
Workflow design-to-code itu selalu penuh friksi. Desainer kerja di Figma, engineer translate ke kode, dan di tengah-tengah selalu ada informasi yang hilang — token yang tidak ter-sync, spacing yang di-approximate, komponen yang di-rebuild dari nol.
Claude Design mencoba memperpendek jarak itu secara drastis. Alurnya: Figma → Design System → Aplikasi jadi — dalam satu tool, konsisten end-to-end.
Walaupun target utamanya bukan developer, justru buat developer yang punya akses ke design system tim — tool ini bisa jadi shortcut yang powerful. Aku sudah coba end-to-end. Di bawah ini step-by-step-nya.
Catatan sebelum mulai: Morpheme Design adalah design system milik GITS.ID yang sudah kami bangun sebelumnya — lengkap dengan Figma file, fonts, komponen, dan guidelines. Kami juga sudah punya implementasi Vue-nya di Morpheme UI. Jadi saya punya starting point yang matang. Pengalamanmu mungkin berbeda, terutama kalau kamu belum punya design system sendiri. Di akhir artikel aku bahas lebih detail soal ini.
Langkah pertama langsung tancap gas: setup Morpheme Design sebagai design system di Claude Design.
Yang perlu disiapkan:
.fig file) — ini yang paling utama
Setelah semua bahan dikirim, tinggal generate.

Proses generate-nya agak lama — sekitar 5 menit. Tapi hasilnya worth banget. Claude sudah generate:
Semuanya based on Figma file yang aku kirim di awal. Jadi bukan template generik, tapi benar-benar turunan dari design source-ku.

Setelah design system selesai di-generate, kita bisa review hasilnya. Ada dua opsi sederhana:
Alur review-nya intuitif. Yang sudah oke di-approve, yang belum tinggal kasih feedback.


Yang menarik, file-file yang di-generate bisa kita edit manual juga. Dan yang bikin aku tersenyum: Claude juga generate file SKILL.md bernama morpheme-design — mirip banget sama yang pernah aku buat sendiri sebelumnya.
Kalau kamu ikuti tulisanku sebelumnya tentang membuat Skill Claude Code yang mengubah Design System jadi UI pixel-perfect, konsepnya persis sama. Sekarang Claude Design yang bikinkan otomatis.


Dengan design system yang sudah siap, saatnya test case yang lebih ambisius: bikin design aplikasi E-Commerce lengkap. Prompt-ku sederhana saja:
create full e-commerce application with these features:
- Homepage
- Product List
- Product Detail
- Cart
- Checkout
- Payment
Tidak perlu detail panjang. Design system sudah jadi guardrail — Claude tinggal apply.


Kalau context masih kurang, Claude akan banyak bertanya detail lewat UI (di canvas-nya). Sayang waktu itu lupa aku screenshot bagian ini.
Tipsnya: kalau bingung jawab apa, pilih aja "Decide for me". Biar Claude yang ambil keputusan berdasarkan best practice. Ini salah satu UX yang menurutku paling pas — tidak dipaksa memutuskan semua detail di depan.
Proses generate aplikasi juga butuh waktu. Santai aja, biarkan Claude mengerjakan.
Dan... hasilnya sangat mind-blowing. Semua halaman ter-generate dengan konsisten mengikuti design system yang sudah di-setup sebelumnya. Warna, tipografi, spacing, komponen — semua sesuai token.

Buat yang mau lihat hasilnya dalam bentuk video (Morpheme Store output):
Atau tonton langsung di YouTube →
Yang perlu diingat: hasil generate bukan final. Kita masih bisa tweak lagi — ganti warna, ubah layout, tambah komponen, atau adjust copy sesuai kebutuhan. Claude Design posisinya sebagai titik awal yang sangat kuat, bukan black box yang final.
Output akhirnya berupa HTML + JSX (kemungkinan untuk preview di canvas). Tapi yang bikin tool ini benar-benar useful: hasilnya bisa di-export ke banyak target, termasuk langsung ke Claude Code.

Dari sini alurnya jadi mulus — buka Claude Code, lanjutkan integrasi ke proyek nyata (stack kamu sendiri, API, routing, state management) tanpa harus re-build UI-nya dari nol.
Sebagai bukti end-to-end flow-nya jalan, aku export hasil Claude Design ke Claude Code dan langsung publish ke Vercel:
Jadi alur lengkap yang aku lalui: Figma → Claude Design → Design System → Aplikasi E-Commerce → Claude Code → Vercel. Semua halaman (Homepage, Product List, Product Detail, Cart, Checkout, Payment) bisa langsung diakses live.
Di tengah proses ada satu kendala — sempat muncul Bad Gateway. Wajar, tool ini masih di Anthropic Labs (experimental). Tinggal refresh dan lanjut.

Setelah aku coba end-to-end, ada dua hal yang menurutku bikin Claude Design beda dari sekadar "AI yang generate UI":
Investasi waktu 5 menit di awal untuk generate design system itu one-time cost. Setelah itu, design system-nya bisa dipakai ulang untuk project apapun:
Semuanya pakai design system yang sama. Tidak perlu setup ulang. Tidak perlu upload Figma lagi. Cukup prompt, dan Claude langsung apply token yang benar.
Ini yang menurutku paling valuable. Karena Claude baca source desain dan bikin aturannya sendiri (lewat SKILL.md yang ter-generate), setiap halaman yang di-generate selalu konsisten — warna, tipografi, spacing, komponen, semua sesuai token.
Tidak ada lagi drama "kok biru di halaman ini beda sama halaman itu?" atau "spacing-nya kenapa tiba-tiba 14px padahal design system-nya basis 4px?". Konsistensi yang biasanya harus dijaga manual lewat code review, sekarang ter-enforce otomatis.
Sebelum kamu langsung coba dan expect hasil yang sama, ada hal penting yang perlu aku sampaikan:
Morpheme Design bukan design system dadakan. Ini adalah design system milik GITS.ID (tempat aku bekerja) yang sudah kami bangun sebelumnya — dengan Figma file yang rapi, token yang terstruktur, komponen yang lengkap, fonts yang jelas, dan guidelines yang sudah matang.
Jadi saat aku upload ke Claude Design, input-nya sudah sangat berkualitas. Hasil yang aku dapat (5 menit → design system lengkap → aplikasi konsisten) sangat dipengaruhi oleh kualitas source-nya.
Pengalamanmu bisa berbeda kalau:
Dalam kasus itu, Claude Design tetap bisa membantu — tapi dia harus "menebak" banyak hal, dan hasilnya akan mencerminkan apa yang kamu kasih. Garbage in, garbage out.
Rekomendasi aku:
Intinya: Claude Design adalah amplifier. Dia memperkuat apa yang kamu kasih — bagus maupun jelek.
Setelah selesai coba semuanya, aku baru baca ulang post resmi Anthropic — dan sadar satu hal:
Claude Design itu dibuat untuk designer dan orang non-teknis (founders, PM, marketer). Developer tidak disebutkan sebagai target audience utama.
Aku — sebagai developer — masuk lewat "pintu belakang" via fitur handoff ke Claude Code. Dan ternyata... tetap powerful. Bahkan mungkin ini jadi salah satu use case yang paling efisien buat developer:
Jadi kalau kamu developer dan mau coba Claude Design, jangan minder — walaupun bukan target audience utama, tool ini tetap bisa jadi senjata yang powerful. Tinggal gimana caramu memanfaatkannya.
Karena hasil export Claude Design ke Claude Code itu berupa HTML + CSS + JSX, ini artinya kita punya material mentah yang bisa di-transform ke stack apapun.
Contoh prompt lanjutan di Claude Code yang bisa kamu coba:
<script setup> dan Pinia untuk state management"Alurnya jadi: Figma → Claude Design → HTML/JSX → Claude Code → Stack favoritmu.
Jadi kalau kamu bekerja di tim dengan stack yang sudah ditentukan (misalnya tim kami di GITS.ID banyak pakai Nuxt), kamu tetap bisa pakai Claude Design sebagai starting point, lalu minta Claude Code convert ke stack yang kamu pakai. Design system tetap konsisten, tinggal ganti "bungkus framework"-nya.
Ini yang menurutku bikin Claude Design relevan banget buat developer — bukan karena tool-nya di-design untuk kita, tapi karena output-nya cukup generic (HTML/JSX) untuk di-adapt ke stack apapun.
Claude Design ini benar-benar mengubah cara pandang tentang workflow design-to-code. Dari satu Figma file bisa jadi design system, lalu dari design system bisa jadi aplikasi fungsional — semuanya dalam satu flow yang konsisten.
Yang menurutku paling powerful bukan fitur "generate halaman-nya" itu sendiri (karena itu sudah banyak tool yang bisa). Yang powerful adalah konsistensi antara design system dan hasil generate-nya. Karena Claude membaca source desainmu dan membuat skill/rule sendiri, dia tidak halu — setiap halaman yang di-generate benar-benar memakai token yang benar.
Beberapa takeaway:
Kalau kamu punya design system internal dan mau coba AI tooling yang benar-benar respect terhadap design system itu, Claude Design layak banget dicoba.
Referensi: Introducing Claude Design — Anthropic Labs
Live Demo: morpheme-store.vercel.app — hasil Claude Design yang di-export ke Claude Code dan di-deploy ke Vercel
Morpheme Design System (GITS.ID):
Related read: Saya Membuat Skill Claude Code yang Mengubah Design System Jadi UI Pixel-Perfect